Merangsang Pengalaman Intelektual Bayi dan Anak

Posted By faris4kids On October - 13 - 20111 COMMENT

Kecerdasan memang benar berasal dari faktor gen, tetapi selain itu keadaan lingkungan juga sangat membantu dalam mengembangkan kecerdasan anak. Lingkungan yang mendukung, menstimulasi, dan membiasakan anak untuk belajar akan membantu meningkatkan kecerdasan anak nantinya.

Banyak orang tua betanya-tanya “kapan pembelajaran untuk anak-anak mereka dimulai? apakah jika saya mengajarkan terlalu banyak hal kepada bayi saya, dia bisa menjadi bosan di sekolah nantinya?”…

Ayah…Bunda… abaikan segala pertanyaan itu, dan berikan sebanyak mungkin pengalaman belajar, dari masa bayi hingga seterusnya. Tapi ingat,,,memberikan pengalaman belajar kepada seorang bayi bukan berarti memaksanya untuk menghafalkan angka-angka atau warna-warna. Memberikan pengalaman belajar kepada seorang balita bukan berarti memaksanya untuk duduk manis di dalam kelas layaknya anak-anak usia sekolah.

Pengalaman belajar untuk bayi dan balita adalah dengan mengajaknya bermain, berkomunikasi dan berinteraksi sebanyak mungkin. Jika kita memotivasi anak sedini mungkin untuk melihat, mendengar, berfikir dan menemukan. Kita akan meningkatkan rasa ingin tahunya dan keinginannya untuk belajar lebih banyak lagi.

SEDIAKAN WAKTU 10-15 MENIT, DUA KALI SEHARI, UNTUK WAKTU BERMAIN YANG BERKUALITAS BERSAMA ANAK

  • Mainkan Cilukba di balik selimut atau bersembunyi di belakang kursi dan muncul kembali
  • Gerak-gerakkan sebuah boneka dan nyanyikan sebuah lagu hingga anak tertawa
  • Goyang-goyanglah mainan yang dapat mengeluarkan bunyi atau tamborin, pukulah sebuah drum dan liahatlah reaksinya.
  • Tiuplah gelembung sabun tinggi-tinggi ke udara untuk menstimulasi penglihatan, genggaman, dan koordinasi mata. (Mulai pada usia 5-6 bulan). Kegiatan ini juga menyenangkan dilakukan saat ia mandi.
  • Bangunlah dan runtuhkan balok-balok. Tumpuklah balok-balok itu lagi (mulai dengan tiga balok saat anak berusia 6-9 bulan) dan ajaklah anak anda untuk melakukan hal yang sama. Buatlah menara yang lebih tinggi untuk balita anda.
  • Bukalah dan tutuplah pintu di boks mainan; kemudian biarkanlah anak yang lebih besar atau balita anda untuk bereksplorasi sendiri.
  • Perkenalkan beragam jenis buku, begitu bayi anda dapat melihat dan berfokus, membalik halaman buku, menekan tombol pada buku musik, dan tak lama kemudian anak anda akan ”membaca” sendiri.

Tips Menghilangkan Noda di Baju Anak

Posted By faris4kids On October - 8 - 20111 COMMENT

Senangnya jika si kecil ceria dan bermain bersama teman-temannya. Aktif bermain di luar ruangan dan di meja belajarnya. Noda yg memeriahkan permainannya bukan lagi musuh untuk Anda jika tahu bagaimana mengatasinya. Ini caranya untuk menghilangkan noda-noda dibaju anak berbahan katun.

Menghilangkan noda krayon pada baju anak
Balik Pakaian anak yg terkena noda krayon, pastikan untuk memberi alas di bagian yg terkena noda dgn lap atau tisu supaya tidak menempel di bagian baju lainnya. Semprotkan cairan WD-40 di bagian dalam baju tepat di belakang bagian yg terkena noda. Diamkan 5 menit. Balik baju dan semprotkan lagi. Cuci bersih. Oleskan dgn sabun cair di bagian yg terkena noda, kucek, bilas.
Menghilangkan Bekas Lem, Permen Karet, Dan Stiker
Angkat sisa-sisa lem, permen karet, atau stiker dari kain sebanyak-banyaknya menggunakan pisau atau sendok. Untuk memudahkan mengangkat sisa permen karet, tempelkan batu es untuk membuat permen karetnya mengeras dan memudahkan untuk diangkat. Aplikasikan lubrikan, seperti gliserin untuk memudahkan mengangkat sisa-sisa yg menempel. Oleskan sabun cair atau sabun colek untuk membersihkan.
Menghilangkan Bekas Tanah Liat
Sebisa mungkin angkat residu tanah liat menggunakan pisau tumpul atau sendok. Oleskan sabun cair untuk cuci piring, diamkan semalaman. Lalu cuci seperti biasa. Jika masih menempel, gunakan pemutih yg aman untuk warna langsung ke bagian yg terdapat noda atau gosok menggunakan alkohol, lalu cuci lagi.
Menghilangkan Noda Lumpur
Biarkan mengering, lalu sikat sisa yg sudah mengeras sebisanya. Oleskan deterjen lembut, sedikit air, lalu sikat. Untuk noda yg membandel dan masih tersisa, berikan campuran cuka dan air, kucek. Lalu cuci seperti biasa.
Sumber: female.kompas.com

Tips Memilih Baju Anak

Posted By faris4kids On October - 8 - 20112 COMMENTS

Sebelum memilih baju anak kesayangan anda, ingatlah selalu untuk memperhatikan faktor kenyamanan dan keamanan bila digunakan, dari baju anak sampai celana anak. Jangan sampai ketika baju dipakai, anak anda akan merasa gerah, gatal, sakit, hingga menimbulkan iritasi pada kulit. Oleh karena itu pilihlah bahan yang lembut sehingga anak anda terhindar dari sensitif kulit. Berhubung kulit anak masih peka dan lembut, sebaikya pilih baju dari bahan-bahan jenis ini nyaman dan mampu menyerap keringat dan sebaiknya hindari bahan baju anak dari nilon, linen, parasut atau wol karena bahan ini kurang menyerap keringat.

Selain memperhatikan bahan, model pun harus menjadi salah satu perhatian tersendiri dalam memilih. Sebaiknya pilih ukuran baju anak yang sesuai dengan tubuh anak anda, jangan terlalu besar atau kesempitan. Jika baju yang dipakai terlalu besar, anak akan sulit bergerak, sedangkan jika terlalu kecil, mereka akan merasa tak nyaman, karena tubuhnya terasa ada yang mengikat.

Bila anda ingin membelikan model baju lengan panjang, sebaiknya lihat cuaca dan perilaku anak terlebih dahulu. Apabila mereka cepat sekali berkeringat, sebaiknya hindari baju lengan panjang, kenakan mereka baju tanpa lengan. Sedangkan buat anak yang masih kecil pilihkan baju yang berkancing depan, agar mudah memasangnya.

Pastikan anak anda suka dan mau mau memakai, sebenarnya ini aturan mendasar dalam memilih baju anak. Kita sendiri saja juga tidak akan mau memakai baju yang tak kita sukai. Kesalahan yang sering terjadi, banyak ibu-ibu main beli saja tanpa memikirkan anaknya suka atau tidak. Padahal, sejak mulai bisa menyatakan pendapatnya, anak sudah bisa menentukan baju apa yang ingin dipakainya.